Tiket Kereta Api Blitar - Tasikmalaya
Promo tiket kereta api
Jadwal Kereta Api Blitar - Tasikmalaya
Nama Kereta | Keberangkatan | Kedatangan | Harga Mulai Dari | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Durasi |
---|---|---|---|---|---|---|
MALABAR 67 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 350.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 67 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 760.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 69 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 760.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 67 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 690.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 67 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 410.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 69 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 670.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 67 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 370.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 67 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 620.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 69 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 360.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 69 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 370.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
KAHURIPAN 273 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 84.000 | 17:10 | 04:34 | 11j 24m |
MALABAR 69 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 350.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 69 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 690.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 69 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 410.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 67 Ekonomi | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 360.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 69 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 620.000 | 07:22 | 15:19 | 7j 57m |
MALABAR 67 Eksekutif | Blitar (BL) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 670.000 | 18:29 | 02:53 | 8j 24m |
MALABAR 67 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 620.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 69 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 410.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 69 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 620.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 69 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 670.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 67 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 670.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 67 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 360.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 67 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 690.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 69 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 690.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 67 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 410.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 69 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 360.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 69 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 350.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 67 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 350.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 67 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 760.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
MALABAR 69 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 370.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 69 Eksekutif | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 760.000 | 06:59 | 15:19 | 8j 20m |
MALABAR 67 Ekonomi | Wlingi (WG) | Tasikmalaya (TSM) | Rp 370.000 | 18:06 | 02:53 | 8j 47m |
Stasiun di Blitar
Stasiun Blitar adalah stasiun kereta api yang berlokasi di Kota Blitar, Jawa Timur.
Stasiun Blitar termasuk ke dalam klasifikasi stasiun kereta api kelas besar, di bawah
Daerah Operasi VII Madiun. Setelah melalui berbagai renovasi, Stasiun Blitar kini
mengadopsi tema Soekarno, salah satu bapak bangsa Indonesia. Pengunjung yang
datang ke Stasiun Blitar akan disambut dengan dekorasi bernuansa Soekarno, harapan
pengelola pengunjung dapat mengambil keteladanan positif beliau. Stasiun ini
merupakan stasiun yang cukup sibuk, melayani berbagai jenis layanan kereta api, baik
rute perjalanan jarak jauh maupun komuter lokal. Untuk menunjang seluruh
aktivitasnya, stasiun ini dilengkapi dengan 8 jalur rel kereta api dan 3 peron stasiun.
Selain itu, terdapat fasilitas penunjang kereta api seperti dipo lokomotif dan
jembatan putar lokomotif.
Lokasi: Jalan Mastrip, Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur
Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Stasiun Wlingi (WG) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas I yang berlokasi di Beru,
Wlingi, Blitar. Stasiun ini berada di ketinggian 274 meter di atas permukaan laut, dan stasiun ini
tergolong dalam Daerah Operasi VIII Surabaya lintas Bangil - Kertosono. Stasiun Wlingi adalah
stasiun terbesar yang ada di Kabupaten Blitar. Selain itu, Stasiun Wlingi juga merupakan satu-
satunya stasiun yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh kelas komersial di Blitar. Secara
keseluruhan, Stasiun Wlingi memiliki tiga peron dan empat jalur kereta api, dengan jalur 2
sebagai sepur lurus serta jalur 3 dan 4 sebagai jalur alternatif apabila intensitas kereta api lebih
padat dari biasanya. Pertama kali diresmikan pada tahun 1897, pembangunan stasiun ini
dikerjakan bersamaan dengan proyek jalur rel kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen-Malang
sepanjang 74 kilometer oleh Pemerintah Hindia Belanda. Beberapa layanan perjalanan kereta
api yang beroperasi di Stasiun Wlingi di antaranya adalah Gajayana, Malabar, Malioboro
Ekspres, Majapahit, Matarmaja, dan Penataran.
Lokasi: Jalan Stasiun Wlingi, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Provinsi
Jawa Timur.
Fasilitas: Sistem tiket online, ruang tunggu, toilet, mushola, lahan parkir

Stasiun Garum (GRM) merupakan stasiun yang terletak di daerah Tawangsari, Garum,
Blitar. Sebagai stasiun kereta api paling Barat di Kabupaten Blitar, stasiun Garum masih
termasuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun. Awalnya, stasiun ini bersama dengan
Stasiun Blitar dan Stasiun Talun masuk ke dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Koordinasi
kewilayahan yang dijalankan sejak 1 Agustus 2016 oleh PT. Kereta Api Indonesia, membuat
ketiga stasiun tersebut dipindahkan menjadi Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini berada
pada ketinggian kurang lebih +244 meter di atas permukaan laut, menjadikannya stasiun
tertinggi bersama dengan Stasiun Talun yang terletak di Daerah Operasi VII Madiun.
Stasiun Garum dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas III. Di bagian Barat stasiun
yang berada sebelum Stasiun Blitar, terdapat bangunan Halte Gebang yang masih utuh
walaupun sudah tidak aktif beroperasi. Untuk saat ini, stasiun Garum hanya melayani satu
kereta api penumpang saja, yaitu Kereta Api Penataran lokal ekonomi AC dengan tujuan
Blitar dan Surabaya melalui Malang. Secara keseluruhan, stasiun ini memiliki tiga jalur
dimana jalur 2 berfungsi sebagai sepur lurus, serta tiga peron yang terdiri dari satu peron
sisi rendah dan dua peron pulau yang lumayan tinggi.
Lokasi: Ngebra, Tawangsari, Garum, Blitar, Jawa Timur, 66182
Fasilitas: Ruang Tunggu, Toilet, Mushola, Lahan Parkir

Stasiun Kesamben adalah stasiun kereta api kelas III yang berada di Kesamben, Kesamben,
Blitar, Jawa Timur. Bangunan Stasiun Kesamben ini merupakan bangunan peninggalan masa
Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api
Blitar-Wlingi-Kepanjen yang dimulai pada tahun 1896 dan selesai apda tahun 1897.Stasiun ini
termasuk dalam Daerah Operasi VII Surabaya. Stasiun Kesamben memiliki fasilitas infrastruktur
berupa dua jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Pada sebelah timur stasiun ini,
sebelum Stasiun Pohgajih, terdapat Stasiun Plampangan yang kini sudah tidak aktif karena
letaknya yang kurang strategis dan jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Kesamben.
Lokasi: Jalan Stasiun Kesamben, Kesamben, Kesamben, Blitar, Jawa Timur.
Fasilitas: Loket Tiket, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir.

Stasiun Talun adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di Talun, Talun, Blitar. Stasiun yang terletak pada ketinggian +244 meter ini merupakan stasiun yang letaknya paling tenggara di Daerah Operasi VII Madiun lintas Kertosono-Bangil. Dengan letak ketinggiannya tersebut, stasiun ini bersama dengan Stasiun Garum merupakan stasiun yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daop VII. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.
Sejak 1 Agustus 2016, terkait adanya perubahan koordinasi kewilayahan stasiun-stasiun KA milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Blitar dan Stasiun Garum yang sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya kini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun.
Tarif Kereta Api Penumpang berangkat dari Stasiun Talun
1.Kereta Api Penataran
- Kepanjen: Rp. 4.000 ,-
- Malang: Rp. 4.000 ,-
- Lawang: Rp. 4.000 ,-
- Bangil: Rp. 5.500 ,-
- Sidoarjo: Rp. 5.500 ,-
- Surabaya: Rp. 5.500 ,-
2.Kereta Api Dhoho
- Blitar : Rp. 4.000 ,-
- Tulungagung : Rp. 4.000 ,-
- Kediri : Rp. 4.000 ,-
- Kertosono : Rp. 5.500 ,-
- Jombang : Rp. 5.500 ,-
- Mojokerto : Rp. 5.500 ,-
- Sepanjang : Rp. 9.500 ,-
- Wonokromo : Rp. 9.500 ,-
- Surabaya Kota : Rp. 9.500 ,-
Alamat Stasiun Talun
Stasiun Talun terletak di Jalan Stasiun RT.02 RW.01 Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Kantor Camat Talun, atau selatan lampu merah Talun
Jalur Stasiun Talun
Stasiun Talun memiliki 3 jalur. Jalur 2 digunakan untuk jalur sepur lurus yang menuju ke arah barat (Stasiun Garum) maupun ke arah timur (Stasiun Wlingi). Jalur 1 dan 3 digunakan untuk jalur langsiran kereta api di kala intensitas kereta api lumayan padat, atau pas ada simpangan kereta api di jalur tersebut. Dari tiga jalur tersebut, terdapat 2 peron. Satu peron sisi yang rendah dan 1 peron pulau yang rendah juga. Pada semua peron ini tidak dinaungi atap seng seperti kebanyakan pada stasiun yang berada di kecamatan.

Stasiun di Tasikmalaya
Stasiun Tasikmalaya adalah stasiun kereta api yang berlokasi di Kota Tasikmalaya,
Jawa Barat. Stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi II Bandung PT
Kereta Api Indonesia, dengan klasifikasi stasiun kereta api kelas C. Stasiun
Tasikmalaya pada mulanya hanya melayani kereta api kelas ekonomi. Namun,
perkembangan stasiun ini kian pesat beriringan dengan majunya Kota Tasikmalaya
sebagai kota terbesar di Priangan Timur. Kini, Stasiun Tasikmalaya melayani hampir
semua kelas layanan kereta api. Untuk menunjang segala aktivitasnya, Stasiun
Tasikmalaya dilengkapi dengan tujuh jalur rel kereta api.
Fasilitas: ATM, Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Stasiun Ciawi (CAW) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Ciawi, Kabupaten
Tasikmalaya. Stasiun Ciawi diklasifikasikan sebagai stasiun kereta api kelas III/kecil
yang berada di bawah naungan Daerah Operasi II Bandung Pt. Kereta Api Indonesia.
Dahulu, stasiun yang dibuka sejak tahun 1983 ini berperan penting dalam transportasi
komoditas di wilayah Priangan. Hingga kini, stasiun ini masih secara aktif melayani
penumpang kereta api, terutama untuk jalur selatan Pulau Jawa. Sebagai warisan
sejarah perkeretaapian, stasiun Ciawi menyimpan beberapa artefak penting
peninggalan Belanda, seperti brankas, mesin ketik, mesin stempel karcis, jam dinding
kuno, dan timbangan bagasi. Untuk menunjang operasinya, stasiun ini dilengkapi
dengan 3 jalur rel kereta api.
Lokasi: Jalan Stasiun Ciawi No. 1, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat
Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Stasiun Rajapolah (RJP) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Manggungjaya,
Kabupaten Tasikmalaya. Stasiun ini dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas
III/kecil. Dibuka sejak 1892, hingga sekarang Stasiun Rajapolah masih terus beroperasi
sebagai stasiun, terutama untuk rute perjalanan jalur selatan Pulau Jawa. Meski
begitu, memang Stasiun Rajapolah saat ini hanya beroperasi sebagai tempat
persilangan dan persusulan antar kereta api. Tidak jauh dari stasiun ini, terdapat rute
non-aktif menuju daerah Pirusa. Rute ini dahulu berfungsi sebagai jalur kereta api
pengangkut pasir dari Gunung Galunggung menuju Stasiun Cipinang di Jakarta. Stasiun
ini dilengkapi fasilitas infrastruktur berupa 3 jalur rel kereta api.
Lokasi: Jalan Cihaurbeuti 2, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat

Stasiun Manonjaya (MNJ) adalah stasiun kereta api yang berada di Desa Manonjaya,
Kabupaten Tasikmalaya. Banyak orang yang pertama kali mendengar Manonjaya akan
mengasosiasikannya dengan Pesantren. Tidak heran, sebab memang di Manonjaya
terdapat beberapa Pesantren Islam terkenal. Stasiun ini berada di bawah pengelolaan
Daerah Operasi II Bandung PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan klasifikasi stasiun
kereta api kelas III/kecil. Manonjaya sendiri merupakan wilayah yang terkenal akan
alamnya yang masih asri. Kereta yang melewati stasiun ini akan disuguhi hamparan
padi yang hijau sejauh mata memandang. Saat ini, stasiun ini hanya melayani
persilangan dan persusulan kereta api saja. Beberapa rute perjalanan kereta api yang
dilayani adalah KA Serayu tujuan Kroya dan tujuan Jakarta. Stasiun ini dilengkapi
dengan 3 jalur rel kereta api.
Lokasi: Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Stasiun Awipari merupakan stasiun kereta api kelas III yang berukuran kecil dan terletak di
daerah Awipari, Cibeureum, Tasikmalaya. Stasiun ini dapat dikatakan sebagai stasiun yang
cukup tua karena sudah mulai beroperasi dari zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada
tahun 1894. Stasiun Awipari yang berada pada ketinggian 327 meter di atas permukaan
laut ini, masih tergolong ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Dikarenakan hampir tidak
ada satupun kereta yang mengangkut penumpang dari stasiun ini, suasana Stasiun Awipari
cenderung sangat sepi dan jarang didatangi orang. Stasiun ini hanya digunakan untuk
melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Satu-satunya yang berhenti di
Stasiun Awipari ini adalah Kereta Api Kutojaya Selatan dengan tujuan Kutoarjo untuk
persilangan Kereta Api Kahuripan dengan tujuan Bandung yang melintas secara langsung.
Secara keseluruhan, Stasiun Kereta Awipari memiliki tiga jalur, di mana jalur 2 berfungsi
sebagai sepur lurus.
Lokasi: Awipari, Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat, 46196
