Tiket Kereta Api Garut - Solo

Pilih Rute

Tanggal
Penumpang
3 tahun ke atas
Di bawah 3 tahun

Tiket Kereta Api Populer Garut ke Solo

Garut
(St. Cibatu)
Solo
(St. Purwosari)
Garut
(St. Cipeundeuy)
Solo
(St. Solobalapan)
Garut
(St. Cipeundeuy)
Solo
(St. Purwosari)
Garut
(St. Leles)
Solo
(St. Purwosari)

Jadwal Kereta Api Garut - Solo

Nama KeretaKeberangkatanKedatanganHarga Mulai DariWaktu KeberangkatanWaktu KedatanganDurasi

Stasiun di Garut

Stasiun Cipeundeuy adalah stasiun kereta api kelas II yang berlokasi di Cikarag, Malangbong,
Garut. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Nama Stasiun Cipeundeuy berasal
dari nama kampung tempat stasiun ini berada. Meski tergolong stasiun kecil, semua kereta api kelas
eksekutif, bisnis, ekonomi maupun angkutan barang, diwajibkan berhenti di stasiun ini. Selain untuk
menurunkan penumpang, tujuan dari pemberhentian tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan
rem atau penambahan lokomotif karena jalur setelah stasiun ini merupakan petak yang cukup terjal.
Stasiun Cipeunduy memiliki tiga jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus.

Lokasi: Jalan Raya Bandung - Tasikmalaya, Cikarag, Malongbong, Garut, Jawa Barat.

Lihat Selengkapnya
Stasiun Cipeundeuy

Stasiun Cibatu adalah stasiun kereta api yang terletak di daerah Cibatu, Garut.
Terletak pada ketinggian +612 meter di atas permukaan laut, Stasiun ini
diklasifikasikan sebagai stasiun kereta api kelas II yang masih termasuk ke dalam
Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini juga merupakan salah satu stasiun kereta api
aktif terbesar yang mempunyai empat jalur aktif, di mana jalur 2 berfungsi sebagai
sepur lurus. Stasiun Cibatu berdiri setelah jalur kereta penghubung Stasiun Cicalengka
dan Cilacap diresmikan oleh maskapai kereta Api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen.
Tahun 1926 menjadi awal dibukanya jalur baru yang menghubungkan daerah Cibatu
dan Cikajang. Dalam perkembangannya, rute kereta api Cibatu-Cikajang pernah
tercatat sebagai relasi jalur tertinggi yang ada di Pulau Jawa (dengan angka mencapai
> 1.200 m dpl). Akan tetapi, terhitung sejak 1983, jalur tersebut tidak dioperasikan
lagi.
Stasiun Cibatu merupakan salah satu stasiun tertua yang sangat dikenal pada masa
kolonial Belanda. Didirikan pertama kali pada tahun 1889, stasiun ini sempat menjadi
pemberhentian turis-turis Eropa yang ingin melancong ke daerah Garut. Hal ini juga
dikarenakan kondisi alam daerah Garut pada saat itu yang memang sangat indah dan
membuatnya menjadi salah satu daerah favorit para wisatawan Eropa. Tidak heran,
banyak tokoh-tokoh terkenal yang pernah menjejakkan kakinya di stasiun ini.
Beberapa diantaranya seperti komedian legendaris Charlie Chaplin, Presiden
Soekarno, serta Penulis dan Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau.

Lokasi: Jl. Cibatu, Sindangsari, Jawa Barat 44116

Fasilitas: Loker Tiket Online, ATM, Ruang Tunggu, Toilet, Mushola, Lahan Parkir

Lihat Selengkapnya
Stasiun Cibatu

Stasiun Leles adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Kadungora, Kabupaten Garut.
Stasiun Leles dikelola oleh Daerah Operasi II Bandung PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Hal unik
dari stasiun ini adalah letaknya yang berada di area yang relatif belum terjamah, membuat
temperatur di stasiun ini sangat sejuk. Selain itu, letak stasiun ini yang dikelilingi pegunungan
Garut yang asri menawarkan panorama alam indah khas tanah Sunda - cocok dengan desain
arsitektur stasiun ini yang luas dan terbuka. Stasiun Garut oleh otoritas KAI diklasifikasikan
sebagai stasiun kereta api kelas 3. Stasiun Garut kini melayani berbagai jenis layanan kereta
api rute selatan Pulau Jawa dari berbagai kelas. Selain itu, di stasiun ini terdapat pula rute
komuter lokal, yakni tujuan Cibatu dan Purwakarta. Untuk menunjang aktivitasnya, stasiun ini
dilengkapi dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang cukup baik, yakni 2 jalur rel kereta api.

Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Lokasi: Desa Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Lihat Selengkapnya
Stasiun Leles

Stasiun Warung Bandrek adalah stasiun kereta api yang terletak di desa Sukalilah,
Kecamatan Cibatu, Garut. Stasiun ini berada di antara Stasiun Cibatu dan Stasiun
Bumiwaluya. Stasiun ini dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas III yang berukuran
kecil dan masih termasuk ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Asal-usul nama yang unik
dari stasiun Warung Bandrek adalah karena pada zaman dulu, cukup banyak warung
penjual bandrek (minuman jahe hangat Sunda) yang berdiri di sekitar stasiun ini. Oleh
karena itu, stasiun ini merupakan stasiun yang cukup ramai karena berada tepat di
pinggiran jalan raya. Terletak di ketinggian kurang lebih +612 meter di atas permukaan
laut, stasiun ini mempunyai dua jalur kereta api, dimana jalur 2 digunakan sebagai sepur
lurus. Untuk saat ini, stasiun Warung Bandrek hanya beroperasi untuk persilangan dan
persusulan kereta api saja. Pada Desember 2017 kemarin, sempat terjadi kecelakaan di
stasiun ini dimana rel yang berada di km 227 ¾ amblas. Hal ini menyebabkan
dinonaktifkannya stasiun untuk beberapa waktu. Setelah itu pun, stasiun ini membatasi
pelayanan kereta hanya sampai lima km untuk setiap jamnya.

Lokasi: Girimukti, Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44185

Lihat Selengkapnya
Stasiun Warung Bandrek

Stasiun Nagreg (NG) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Nagreg,
Kabupaten Bandung. Stasiun ini berada di bawah otoritas operasional Daerah Operasi
II Bandung PT KAI, dengan klasifikasi stasiun kereta api kelas III/kecil. Stasiun yang
letaknya paling tinggi diantara stasiun kereta api lainnya ini berlokasi sangat dekat
dengan jalan raya Bandung-Tasikmalaya, sehingga memang stasiun ini menjadi salah
satu ikon terutama dalam perjalanan mudik. Nagreg sendiri memang selalu masuk
dalam pemberitaan besar setiap memasuki masa-masa mudik karena acapkali macet.
Beroperasi sejak 1890, hingga kini Stasiun Nagreg masih aktif melayani berbagai
aktivitas persilangan dan persusulan. Selain itu, di stasiun ini terdapat pula rute
komuter lokal menuju Padalarang dan Purwakarta. Untuk menunjang aktivitasnya,
stasiun ini dilengkapi 3 jalur rel kereta api. Tidak jauh dari stasiun ini terdapat Situs
Batu kendan yang dahulu merupakan pusat Kerajaan Kendan.

Lokasi: Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

Lihat Selengkapnya
Stasiun Nagreg

Stasiun di Solo

Stasiun Purwosari adalah stasiun kereta api yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah.
Stasiun Purwosari dikategorikan ke dalam stasiun kelas besar, dengan jumlah jalur rel
kereta api mencapai 9 jalur. Stasiun Purwosari termasuk ke dalam Daerah Operasi VI
Yogyakarta. Stasiun yang berdiri sejak tahun 1867 ini memiliki nilai sejarah tinggi,
dengan arsitektur khas kolonial mirip dengan yang dapat ditemukan di Stasiun
Ambarawa. Tidak heran bahwa stasiun tertua di Surakarta ini menjadi salah satu
atraksi wisata populer bagi para pelancong. Dulu, Stasiun Purwosari juga berfungsi
sebagai dipo bagi lokomotif kereta api di Pulau Jawa. Seiring berjalannya waktu,
fungsi tersebut bergeser menjadi dipo alat mekanik. Sebagai stasiun utama di
Surakarta, Stasiun Purwosari melayani berbagai jenis rute perjalanan kereta api,
mulai dari layanan kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif.

Lokasi: Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Surakarta

Fasilitas: ATM, Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Lihat Selengkapnya
Stasiun Purwosari Surakarta
Stasiun Solojebres adalah stasiun kereta api kelas I yang berlokasi di Purwadiningratan,
Jebres, Surakarta. Dikenal sebagai Stasiun Jebres, stasiun ini berada di dalam Daerah Operasi
VI Yogyakarta. Stasiun Solojebres didirikan oleh salah satu perusahaan kereta api Belanda,
Staatsspoorwegen, pada tahun 1884. Dahulu, Stasiun Solojebres menjadi stasiun besar bagi
Staatsspoorwegen dan berada di daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di sekitar
Stasiun Solojebres terdapat peti kemas atau alat pengangkutan barang yang bisa digunakan di
berbagai moda, namun peti kemas ini sudah tidak lagi aktif. Pemkot Surakarta juga telah
menjadikan Stasiun Solojebres sebagai cagar budaya. Tahun 2013 Stasiun Solojebres hanya
melayani kereta kelas ekonomi yang berasal dari arah utara ke timur atau sebaliknya, namun, pada
tahun 2016 akhirnya stasiun ini sudah melayani kereta kelas eksekutif sehingga masyarakat bisa
melakukan perjalanan dengan rute dari dan ke lintas Pantura. Stasiun Solojebres memiliki tujuh
jalur kereta yang melayani perjalanan kereta dengan tujuan Malang, Jakarta, Blitar, Bandung
dan Surabaya. Lokasinya yang cukup ramai dikunjungi pengguna kereta api membuat Stasiun
Solojebres berdekatan dengan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi, seperti
Kampung Batik Laweyan, Taman Balekambang dan Keraton Surakarta Hadiningrat.
 
Lokasi: Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Purwodiningratan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah.

Fasilitas:
Lahan Parkir, Toilet, Loket Tiket Online.
Lihat Selengkapnya
Stasiun Solojebres

Stasiun Solo Balapan adalah stasiun kereta api yang berada di Kota Surakarta, Jawa
Tengah. Warga setempat lebih sering menyebutnya dengan Stasiun Balapan. Nama
“Balapan” tersebut diambil dari nama sebuah kampung yang dahulu letaknya sangat
berdekatan dengan stasiun ini. Stasiun Balapan oleh PT. Kereta Api Indonesia
digolongkan ke dalam stasiun kelas besar, berada di bawah Daerah Operasi VI
Yogyakarta. Berdiri sejak tahun abad ke-19, Stasiun Balapan telah melayani berbagai
layanan kereta api dari masa-ke-masa. Dalam perkembangannya, kini Stasiun Balapan
telah bertransformasi menjadi salah satu stasiun tersibuk di Pulau Jawa, dengan
fasilitas yang canggih. Untuk menunjang segala aktivitasnya, Stasiun Balapan
dilengkapi dengan 12 jalur rel kereta api dan 9 peron stasiun. Lokasi Stasiun Balapan
yang strategis, yakni dekat dengan Pasar Ayu Balapan dan cagar budaya Ponten
Mangkunegaran, ditambah nilai historisnya yang tinggi, membuat Stasiun Balapan
menjadi salah satu atraksi wisata favorit di Surakarta.

Lokasi: Jalan Wolter Monginsidi, Kestalan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah

Fasilitas:
Supermarket, ATM, Loket Tiket Online, Kafe, Restoran, Ruang Tunggu,
Toilet, Musala, Lahan Parkir

Lihat Selengkapnya
Stasiun Solobalapan Surakarta