Cek jadwal dan harga tiket kereta api ke Cirebon

Selain terkenal sebagai kota penghasil udang rebon, kota Cirebon juga terkenal dengan wisata sejarahnya, terutama tentang kejayaan kerajaan Islam. Salah satu objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan adalah Komplek Makam Sunan Gunung Jati, terutama menjelang lebaran. Tak hanya itu, kuliner khas Cirebon juga terkenal lezat loh, di antaranya empal gentong, Mi Koclok, atau Docang. Berminat jalan-jalan ke Cirebon? Langsung aja beli tiket keretanya di Tokopedia. Harga lebih murah!

Lihat apa saja yang bisa Anda lakukan di Cirebon

Rekomendasi Tiket

Rp
Lihat Rincian:
Dewasa (x): @ Rp
Bayi (x): @ Rp 0
Pesan Tiket Sekarang
Penuh

Sebagai kota yang dahulunya merupakan pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Jawa Barat, Cirebon memiliki banyak tempat wisata sejarah, seperti Makam Sunan Gunung Jati, Keraton Kasepuhan, Taman Sari Gua Sunyaragi, dan Masjid Sang Cipta Rasa. Makam Sunan Gunung Jati sendiri selalu dipadati pengunjung, terutama pada saat menjelang Idul Fitri. Masjid Sang Cipta Rasa juga wajib kamu datangi karena tempat ini juga menjadi landmark yang menarik di Kota Cirebon. Masjid ini memiliki 9 pintu yang melambangkan Wali Songo. Kabarnya, masjid agung ini merupakan pasangan dari Masjid Agung di Demak. Konon, di masa pembangunan Masjid Agung Demak, Sunan Gunung Jati meminta izin untuk membangun pasangannya di Cirebon. Karena terletak di di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, kamu pun juga bisa sambil menjelajahi area keraton.

Tak hanya wisata historis dan religius, Cirebon juga memiliki beragam wisata alam yang wajib kamu singgahi. Misalnya saja Taman Nasional Gunung Ceremai, Pantai Ade Irma, atau pemandian Cibulan. Saat menjelajahi Gunung Ceremai, kamu bisa berkunjung ke wisata alam Palutungan. Di sini kamu dapat menikmati segarnya air terjun Putri yang memiliki air yang jernih. Dengan waktu tempuh hanya 10 menit dari pintu masuk Palutungan, menuruni beberapa anak tangga, kamu pun dapat tiba di air terjun ini. Jika ingin berenang di sekitar air terjun, kamu bisa menyeberang ke sungai kecil dan menanjak sedikit untuk menikmati sejuknya air yang turun langsung dari ketinggian hampir 12 meter.

Pantai Ade Irma bisa dibilang adalah objek wisata baru di daerah Cirebon. Berlokasi di pinggir laut pantai utara Cirebon, Pantai Ade Irma terletak berdampingan dengan pelabuhan Cirebon. Daya tarik lokasi wisata satu ini adalah banyaknya hiburan yang disediakan, seperti aneka ragam permainan anak-anak, kebun binatang, wisata pantai, hingga live music. Tak jarang, artis terkenal hadir untuk meramaikan objek wisata Pantai Ade Irma. Berdiri di lahan seluas 2.5 hektar, Pantai Ade Irma terus berbenah untuk menjadi wisata favorit di Cirebon, seperti pemandian Cibulan yang terkenal dengan ikan dewanya.

Suka mengoleksi kain batik? Cirebon memiliki batik dengan corak khas bernama motif megamendung. Keunikan motif batik megamendung terletak pada coraknya yang berbentuk menyerupai awan. Dalam sejarahnya, motif megamendung pertama kali dibuat oleh Pangeran Cakrabuana, salah satu cucu dari Sunan Gunung Jati. Selain motif awannya yang unik, batik megamendung juga berbeda dari batik keraton lainnya karena memiliki warna dasar yang cerah khas batik pesisir. Buat kamu yang ingin berbelanja batik megamendung, kamu bisa singgah ke Kampung Batik Trusmi. Kampung ini terletak di Plered, Cirebon, sekitar 4 kilometer di sebelah barat Kota Cirebon.

Jalan-jalan ke Cirebon jangan lupa untuk mencicipi kulinernya. Makanan khas Cirebon terkenal dengan cita rasa yang otentik dan berbeda dari kebanyakan kuliner Jawa Barat lainnya. Ada banyak pilihan kuliner yang bisa kamu coba, seperti mie koclok, empal gentong, docang, nasi jamblang, dan nasi lengko.

Buat kamu yang berencana berkunjung ke Cirebon, berikut daftar wisata kuliner yang wajib kamu coba:

  • Mie Koclok Mas Edi
    Jalan Lawang Gada, Pulasaren
    Pekalipan, Kota Cirebon
    Jam buka: 17.00 WIB - 23.00 WIB

  • Empal Gentong Krucuk
    Jalan Slamet Riyadi No. 5
    Cirebon, Jawa Barat
    Jam buka: 07.00 WIB - 21.00 WIB

  • Nasi Jamblang Mang Dul
    Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No.8
    Cirebon, Jawa Barat
    Jam buka: 04.30 WIB - 00.30 WIB

  • Nasi Lengko H. Barno
    Jalan Pagongan No. 15B, Pekalangan
    Pekalipan, Kota Cirebon
    Jam buka: 06.00 WIB - 21.00 WIB

  • Docang Ibu Kapsah
    Jalan Siliwangi (depan Stasiun Kejaksan)
    Jam buka: 02.00 WIB - 10.00 WIB

Kota yang berada di pesisir utara Pulau Jawa ini sangat terkenal sebagai sentra industri terasi. Awalnya Cirebon berasal dari kata sarumban yang kemudian pelafalannya berganti menjadi caruban yang berarti campuran. Hal ini dikarenakan dulu Cirebon didiami oleh penduduk dari berbagai suku dan budaya, di antaranya suku Sunda, Jawa, Tionghoa, dan budaya Arab. Pelafalan caruban ini akhirnya berubah lagi menjadi carbon dan kemudian cerbon.

Selain berasal dari kata caruban, nama Cirebon juga berasal dari istilah air bekas pengolahan udang rebon yakni cai rebon. Seperti yang diketahui, sebagai kota penghasil terasi, sebagian besar masyarakat Cirebon berprofesi sebagai nelayan yang menangkap ikan dan udang rebon (udang kecil yang digunakan untuk membuat terasi).

Sejarah Cirebon berawal pada abad 15. Dahulu di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berdagang dengan penduduk setempat. Selain kegiatan perdagangan, di pelabuhan ini juga terdapat penyebaran agama islam. Sebagai pengurus pelabuhan yang ditunjuk oleh kerajaan Galuh, Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan penduduk ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Ki Gedeng Alang-Alang pun kemudian diangkat menjadi kepala pemukiman baru dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran Walangsungsang lah yang kemudian mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh karena itu Raja Galuh mengirimkan pasukan ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.

Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.

Memiliki lokasi yang straregis, Kota Cirebon menjadi pusat niaga kapal-kapal asing. Pada 7 Januari 1681, Cirebon secara politik dan ekonomi berada dalam pengawasan pihak VOC, setelah penguasa Cirebon pada waktu itu menandatangani perjanjian dengan VOC.

Pada masa kolonial pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1906 Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1100 ha. Pada tahun 1942, Kota Cirebon diperluas menjadi 2450 ha dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kotapraja dengan luas 3300 ha. Setelah ditetapkan menjadi Kotamadya pada tahun 1965, luas wilayah Cirebon pun diperluas menjadi 3600 ha.

Untuk mencapai Kota Cirebon cukup mudah karena lokasinya yang sangat strategis karena berada di jalur pantura, jalur yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Namun jika kamu tidak mau bermacet-macetan di jalan, terutama saat hari libur tiba, kamu bisa mencoba transportasi kereta api.

Cukup banyak pilihan kereta api yang menuju Kota Cirebon di antaranya Cirebon Ekspres, Argo Jati, Tegal Bahari, Agro Anggrek, Taksaka Pagi, Argo Dwipangga, Argo Sindoro, dan kereta Bangunkarta. Tak hanya menghindari kemacetan, kamu pun bisa menghemat waktu perjalanan dengan menggunakan kereta api. Untuk stasiun kereta api, Cirebon memiliki 10 stasiun tujuan yang bisa kamu pilih, yakni Stasiun Arjawinangun, Babakan, Ciledung, Cirebon, Cirebonprujakan, Karangsuwung,Losari, Luwung, Sindanglaut, Waruduwur.

Beli tiket kereta api pun kini semakin mudah dengan adanya Tokopedia Tiket. Kamu bisa membeli tiket kapan dan di mana saja, tanpa harus ke loket stasiun. Pilihan kelas gerbong pun tersedia lengkap, mulai dari kelas ekonomi buat kamu yang ingin hemat sampai kelas eksekutif untuk perjalanan yang lebih nyaman.

Untuk menjelajahi Kota Cirebon, kamu bisa mencoba berbagai transportasi umum yang tersedia. Salah satu transportasi umum yang terkenal di Cirebon adalah becak. Bisa dibilang becak adalah penguasa jalanan Kota Cirebon karena sangat mudah ditemukan. Tak hanya tarifnya yang terjangkau, dengan naik becak kamu pun lebih bisa menikmati suasana Kota Cirebon.

Jika tempat tujuan wisata kamu cukup jauh, kamu bisa menggunakan ojek ataupun angkutan umum. Namun pastikan kamu menaiki angkutan umum dengan rute yang benar ya, karena arah datang dan arah pulang setiap angkutan umum berbeda-beda lho. Ada baiknya kamu menghafalkan terlebih dahulu nomor angkutan umum untuk pergi serta pulang sebelum berangkat ke destinasi wisata.

Di Cirebon, kamu dapat menemukan banyak pilihan hotel. Mulai dari hotel berbintang hingga hotel dengan tarif yang terjangkau. Pastinya ada harga ada kualitas, buat kamu yang ingin menginap dengan fasilitas lengkap dan kamar yang super nyaman, kamu bisa memilih hotel berbintang, seperti Swis-Belhotel Cirebon, Hotel Aston, atau The Luxton Hotel Cirebon.

Buat kamu yang budget perjalanannya pas-pasan dan ingin backpakeran tenang saja. Di Cirebon juga tersedia budget hotel yang memiliki rate terjangkau namun dengan suasana yang cukup nyaman lho. Coba saja menginap di hotel seperti Priangan Hotel, Hotel Cordova, atau Cirebon Indah Hotel yang menawarkan tarif mulai dari Rp 80.000 per malam.

Saat berkunjung ke Cirebon, ada baiknya kamu menyimpan nomor-nomor telepon penting, seperti nomor telepon rumah sakit atau nomor telepon kantor kepolisian guna mengantisipasi keadaan darurat.

Rumah sakit

  • RS Pelabuhan Cirebon: (0231) 204444
  • RS Putera Bahagia Cirebon: (0231) 207351
  • Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati: (0231) 206330
  • Rumah Sakit Islam Siti Fatimah: (0231) 231756
  • RS Bersalin Muhammadiyah Cirebon: (0231) 247406
  • RSIA Cahaya Bunda: (0231) 8333377
  • Rumah Sakit Bedah Medimas: (0231) 481165
  • RSU Sumber Kasih: (0231) 203815
  • Rumah Sakit Sumber Hurip: (0231) 8302689
  • RSUD Waled: (0231) 661126
  • RS Jantung Hasna Medika: (0231) 343405
  • RS Sumber Waras: (0231) 341079
  • RS TIAR MEDIKA: (0231) 638000
  • Rumah Sakit Mitra Plumbon: (0231) 323100

Kantor Kepolisian

  • Polres Cirebon Kota: (0231) 205179
  • Polres Cirebon: (0231) 204466
  • Polsek Cirebon Utara-Barat: (0231) 205569
  • Polsek Cirebon Selatan-Timur: (0231) 200626
  • Polsek Gegesik: (0231) 357805
  • Polsek Susukan: (0231) 357009
  • Polsek Arjawinangun: (0231) 357110
  • Polsek Kapetakan: (0231) 204911
  • Polsek Cirebon Utara: (0231) 245339
  • Polsek Ciwaringin: (0231) 342700
  • Polsek Palimanan: (0231) 341240
  • Polsek Klangenan: (0231) 341033
  • Polsek Plumbon: (0231) 341101
  • Polsek Weru: (0231) 321210
  • Polsek Cirebon Barat / Kedawung: (0231) 486722
  • Polsek Cirebon Selatan: (0231) 320341
  • Polsek Astanajapura: (0231) 510110
  • Polsek Beber: (0231) 614664
  • Polsek Karang sembung: (0231) 636110
  • Polsek Babakan: (0231) 661187
  • Polsek Waled: (0231) 661672
  • Polsek Ciledug: (0231) 661230
  • Polsek Losari: (0231) 831210