Tiket Kereta Api Sragen - Tasikmalaya

Sekali Jalan
Pulang Pergi

Pilih Rute:

Gambir (GMR), Jakarta
Bandung (BD), Bandung
Tanggal Pergi
Minggu, 22 Sep
Tanggal Pulang
Selasa, 24 Sep
Dewasa
>= 3thn
-1+
Bayi
0 - 3 thn
-1+
Cari Tiket

Tiket Kereta Api Populer Sragen ke Tasikmalaya

Sragen - Tasikmalaya
St. Sragen - St. Tasikmalaya
Cari Tiket

Jadwal Kereta Api Sragen - Tasikmalaya

Putar Rute
Nama KeretaKeberangkatanKedatanganWaktu KeberangkatanWaktu KedatanganDurasi
Nama KeretaKeberangkatanKedatanganWaktu KeberangkatanWaktu KedatanganDurasi

Stasiun di Sragen

Stasiun Sragen (SR)Stasiun Kedungbanteng (KDB)Stasiun Masaran (MSR)Stasiun Kebonromo (KRO)

Stasiun Sragen adalah stasiun kereta api yang berlokasi di Desa Sragen Kulon, Sragen,
Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Berada di bawah naungan Daerah Operasi VI
Yogyakarta PT. Kereta Api Indonesia, stasiun ini diklasifikasikan sebagai stasiun kereta
api kelas II. Dahulu, Stasiun Sragen didirikan pada tahun 1884 oleh pemerintahan
kolonial Belanda untuk membantu melancarkan distribusi hasil komoditas dari pabrik
gula yang berada di dekatnya, yang saat ini telah dikelola oleh perusahaan milik
negara PT Perkebunan Nusantara IX. Sekarang stasiun ini lebih berfokus pada layanan
kereta api berpenumpang lintas kelas, kendati masih melayani sedikit layanan angkut
barang, khususnya semen. Stasiun Sragen dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur
yang menunjang aktivitasnya berupa 4 jalur rel kereta api dan 2 peron stasiun.

Lokasi: Jalan Salak no. 1, Sragen Kulon, Sragen, Jawa Tengah

Selengkapnya

Stasiun Kedungbanteng termasuk dalam stasiun Daerah Operasi (DAOP) VI Yogyakarta yang
terletak di Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Stasiun Kedungbanteng yang terletak
pada ketinggian +85 meter diatas permukaan laut ini memiliki 1 jalur sepur lurus serta 1 jalur
yang buntu. Stasiun Kedungbanteng saat ini bukan untuk tempat boarding-alighting
penumpang, melainkan hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Anda
dapat mengunjungi objek wisata Curug Lima Kedungbanteng, Bukit Tranggulasih, dan Curug
Gomblang, yang terletak sekitar 16 km dari Stasiun Kedungbanteng. Stasiun ini dapat diakses
dengan kendaraan pribadi khususnya motor. Lokasinya berdekatan dengan Pasar Gondang
Sragen.

Lokasi: Stasiun Kedung Banteng, Gondang, Badran, Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa
Tengah

Fasilitas: Area Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir, ATM

Selengkapnya
Stasiun Masaran merupakan stasiun kereta api kecil kelas III yang terletak di Kecamatan
Masaran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Stasiun ini hanya berukuran 134 m2 dan
berada di ketinggian +93 mdpl. Bangunan stasiun ini merupakan sisa peninggalan masa Hindia
Belanda. Pada tahun 1883, dibangun jalur kereta api yang menghubungkan Madiun - Paron -
Sragen - Solobalapan. Jalur ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia
Belanda, Staatsspoorwegen, dan memiliki panjang 97 kilometer. Kemudian, dibangunlah
Stasiun Masaran pada tahun berikutnya untuk mendukung pengoperasian kereta api. Stasiun
ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Sebagai salah satu stasiun
yang berada di bawah manajemen PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta,
Stasiun Masaran hanya melayani persilangan dan persusulan kereta api saja, tidak melayani
penumpang. Meskipun apabila dilihat dari segi bangunan, stasiun ini layak dijadikan tempat
naik dan turunnya penumpang, Stasiun Masaran belum dirasa prospektif karena terletak di area
persawahan. Alasan lainnya juga telah ada Stasiun Sragen yang letaknya tidak jauh. Stasiun
Masaran berlokasi dekat dengan beberapa destinasi wisata di Sragen, seperti Astana Pilang
Payung dan Ndayu Park

Lokasi: Jalan Stasiun, Kauman RT. 03 RW. 01 Desa Masaran, Kecamatan Masaran,
Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah

Fasilitas: Lahan Parkir
Selengkapnya

Stasiun Kebonromo (KRO) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas III atau kecil yang
berlokasi di Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.
Stasiun yang terletak di ketinggian 84 meter di atas permukaan laut ini tergolong ke dalam
Daerah Operasi VI Yogyakarta. Walaupun stasiun ini diberi nama Kebonromo, stasiun ini tidak
berlokasi tepat di Desa Kebonromo, melainkan di sebelah timur desa tersebut. Secara
keseluruhan, Stasiun Kebonromo mempunyai tiga jalur kereta api, dengan jalur 2 yang
difungsikan sebagai jalur sepur lurus. Hingga saat ini, Stasiun Kebonromo hanya menjadi
stasiun untuk persilangan dan persusulan antarkereta api saja. Maka dari itu, stasiun ini tidak
lagi melayani perjalanan kereta api yang menaikturunkan penumpang. Persilangan dan
persusulan kereta api yang secara resmi dilayani oleh Stasiun Kebonromo di antaranya adalah
KA Pasundan tujuan Surabaya yang bersilang dengan KA Kahuripan Tujuan Bandung, dan KA
Singasari tujuan Blitar yang bersilang dengan KA Matarmaja tujuan Jakarta. Tidak jauh dari
Stasiun Kebonromo, Anda dapat mengunjungi beberapa destinasi wisata yang menarik, seperti
Museum Fosil Sangiran, Makam Pangeran Samudro.

Lokasi: Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah 57252

Selengkapnya

Stasiun di Tasikmalaya

Stasiun Tasikmalaya (TSM)Stasiun Ciawi (CAW)Stasiun Rajapolah (RJP)Stasiun Manonjaya (MNJ)Stasiun Awipari (AW)

Stasiun Tasikmalaya adalah stasiun kereta api yang berlokasi di Kota Tasikmalaya,
Jawa Barat. Stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi II Bandung PT
Kereta Api Indonesia, dengan klasifikasi stasiun kereta api kelas C. Stasiun
Tasikmalaya pada mulanya hanya melayani kereta api kelas ekonomi. Namun,
perkembangan stasiun ini kian pesat beriringan dengan majunya Kota Tasikmalaya
sebagai kota terbesar di Priangan Timur. Kini, Stasiun Tasikmalaya melayani hampir
semua kelas layanan kereta api. Untuk menunjang segala aktivitasnya, Stasiun
Tasikmalaya dilengkapi dengan tujuh jalur rel kereta api.

Fasilitas: ATM, Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Ciawi (CAW) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Ciawi, Kabupaten
Tasikmalaya. Stasiun Ciawi diklasifikasikan sebagai stasiun kereta api kelas III/kecil
yang berada di bawah naungan Daerah Operasi II Bandung Pt. Kereta Api Indonesia.
Dahulu, stasiun yang dibuka sejak tahun 1983 ini berperan penting dalam transportasi
komoditas di wilayah Priangan. Hingga kini, stasiun ini masih secara aktif melayani
penumpang kereta api, terutama untuk jalur selatan Pulau Jawa. Sebagai warisan
sejarah perkeretaapian, stasiun Ciawi menyimpan beberapa artefak penting
peninggalan Belanda, seperti brankas, mesin ketik, mesin stempel karcis, jam dinding
kuno, dan timbangan bagasi. Untuk menunjang operasinya, stasiun ini dilengkapi
dengan 3 jalur rel kereta api.

Lokasi: Jalan Stasiun Ciawi No. 1, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat

Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Rajapolah (RJP) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Manggungjaya,
Kabupaten Tasikmalaya. Stasiun ini dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas
III/kecil. Dibuka sejak 1892, hingga sekarang Stasiun Rajapolah masih terus beroperasi
sebagai stasiun, terutama untuk rute perjalanan jalur selatan Pulau Jawa. Meski
begitu, memang Stasiun Rajapolah saat ini hanya beroperasi sebagai tempat
persilangan dan persusulan antar kereta api. Tidak jauh dari stasiun ini, terdapat rute
non-aktif menuju daerah Pirusa. Rute ini dahulu berfungsi sebagai jalur kereta api
pengangkut pasir dari Gunung Galunggung menuju Stasiun Cipinang di Jakarta. Stasiun
ini dilengkapi fasilitas infrastruktur berupa 3 jalur rel kereta api.

Lokasi: Jalan Cihaurbeuti 2, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat

Selengkapnya

Stasiun Manonjaya (MNJ) adalah stasiun kereta api yang berada di Desa Manonjaya,
Kabupaten Tasikmalaya. Banyak orang yang pertama kali mendengar Manonjaya akan
mengasosiasikannya dengan Pesantren. Tidak heran, sebab memang di Manonjaya
terdapat beberapa Pesantren Islam terkenal. Stasiun ini berada di bawah pengelolaan
Daerah Operasi II Bandung PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan klasifikasi stasiun
kereta api kelas III/kecil. Manonjaya sendiri merupakan wilayah yang terkenal akan
alamnya yang masih asri. Kereta yang melewati stasiun ini akan disuguhi hamparan
padi yang hijau sejauh mata memandang. Saat ini, stasiun ini hanya melayani
persilangan dan persusulan kereta api saja. Beberapa rute perjalanan kereta api yang
dilayani adalah KA Serayu tujuan Kroya dan tujuan Jakarta. Stasiun ini dilengkapi
dengan 3 jalur rel kereta api.

Lokasi: Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Selengkapnya

Stasiun Awipari merupakan stasiun kereta api kelas III yang berukuran kecil dan terletak di
daerah Awipari, Cibeureum, Tasikmalaya. Stasiun ini dapat dikatakan sebagai stasiun yang
cukup tua karena sudah mulai beroperasi dari zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada
tahun 1894. Stasiun Awipari yang berada pada ketinggian 327 meter di atas permukaan
laut ini, masih tergolong ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Dikarenakan hampir tidak
ada satupun kereta yang mengangkut penumpang dari stasiun ini, suasana Stasiun Awipari
cenderung sangat sepi dan jarang didatangi orang. Stasiun ini hanya digunakan untuk
melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Satu-satunya yang berhenti di
Stasiun Awipari ini adalah Kereta Api Kutojaya Selatan dengan tujuan Kutoarjo untuk
persilangan Kereta Api Kahuripan dengan tujuan Bandung yang melintas secara langsung.
Secara keseluruhan, Stasiun Kereta Awipari memiliki tiga jalur, di mana jalur 2 berfungsi
sebagai sepur lurus.

Lokasi: Awipari, Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat, 46196

Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Tasikmalaya

Bertualang di 18 Tempat Wisata Tasikmalaya Terbaik
Mencicipi Lezatnya 9 Kuliner Khas Tasikmalaya!