Tiket Kereta Api Grobogan - Blitar

Sekali Jalan
Pulang Pergi

Pilih Rute:

Gambir (GMR), Jakarta
Bandung (BD), Bandung
Tanggal Pergi
Kamis, 21 Nov
Tanggal Pulang
Sabtu, 23 Nov
Dewasa
>= 3thn
-1+
Bayi
0 - 3 thn
-1+
Cari Tiket

Jadwal Kereta Api Grobogan - Blitar

Putar Rute
Nama KeretaKeberangkatanKedatanganWaktu KeberangkatanWaktu KedatanganDurasi
Nama KeretaKeberangkatanKedatanganWaktu KeberangkatanWaktu KedatanganDurasi

Stasiun di Grobogan

Stasiun Ngrombo (NBO)Stasiun Kedungjati (KEJ)Stasiun Karangjati (KGT)

Stasiun Ngrombo adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Depok, Kabupaten
Grobogan, Jawa Tengah. Posisi stasiun ini sangat strategis, yakni tepat di Jalan Raya
Purwodadi-Solo. Stasiun ini berada di bawah naungan Daerah Operasi IV Semarang,
dengan klasifikasi stasiun kereta api kelas II. Nama stasiun ini berasal dari nama dusun
dimana stasiun ini berada. Stasiun Ngrombo telah melalui berbagai proses
perkembangan hingga sekarang telah menjadi stasiun terbesar di Kabupaten Grobogan
sekaligus salah satu stasiun tersibuk di Pulau Jawa, khususnya jalur Pantura (Pantai
Utara). Stasiun ini dilengkapi dengan 4 jalur rel kereta api dan 3 peron stasiun.

Lokasi: Jalan Raya Purwodadi-Solo, Depok, Grobogan, Jawa Tengah

Selengkapnya

Stasiun Kedungjati adalah stasiun kereta api yang berada di Kedungjati, Kabupaten Grobogan,
Jawa Tengah. Stasiun yang tergolong dalam stasiun kereta api kelas III (kecil) ini merupakan
bagian dari Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun Kedungjati pertama kali mulai beroperasi
pada tahun 1869 dan terletak di ketinggian kurang lebih 36 m di atas permukaan laut. Pada
tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester
dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 m. Arsitektur Stasiun
Kedungjati memiliki desain yang menyerupai Stasiun Ambarawa. Dulu, terdapat jalur kereta api
dibuka dari Kedungjati ke Stasiun Ambarawa, yang sudah berhenti beroperasi sejak tahun
1976. Sekarang, Stasiun Kedungjati melayani perjalanan kereta api Majapahit dengan tujuan
akhir Stasiun Malang Kotabaru, dan kereta api Kalijaga tujuan Stasiun Semarang Poncol dan
Solo Balapan. Stasiun ini memiliki fasilitas infrastruktur berupa tiga jalur kereta api dengan jalur
2 sebagai sepur lurus.

Lokasi: Jl.Salatiga - Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah
58167

Fasilitas: loket tiket online untuk check in mandiri, ruang tunggu, toilet, mushola, lahan parkir

Selengkapnya

Stasiun Karangjati (KGT) adalah sebuah stasiun kereta api kelas III atau kecil yang berlokasi di
Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Stasiun ini berada di ketinggian 23 meter di atas permukaan laut dan tergolong dalam Daerah
Operasi IV Semarang. Stasiun ini dinamakan sesuai dengan nama dusun tempat stasiun ini
berada. Dahulu, Stasiun Karangjati hanya mempunyai dua jalur kereta api dengan jalur 2
sebagai sepur lurus. Kemudian, jalurnya bertambah menjadi empat sejak jalur ganda mulai
dioperasikan, dengan jalur 3 sebagai sepur lurus baru. Tidak hanya itu saja, sistem
persinyalannya pun diganti dengan sistem elektrik. Saat ini, Stasiun Karangjati hanya melayani
satu perjalanan saja, yaitu kereta api komuter ekonomi AC Kedung Sepur dengan tujuan
Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Ngrombo. Tidak jauh dari Stasiun Karangjati, terdapat
beberapa destinasi wisata yang dapat Anda kunjungi, antara lain Api Mrapen, Makam Sunan
Kalijaga, dan Masjid Agung Demak.

Lokasi: Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa
Tengah

Fasilitas: loket, sistem tiket online, toilet, ruang tunggu

Selengkapnya

Stasiun di Blitar

Stasiun Blitar (BL)Stasiun Wlingi (WG)Stasiun Garum (GRM)Stasiun Kesamben (KSB)Stasiun Talun (TAL)

Stasiun Blitar adalah stasiun kereta api yang berlokasi di Kota Blitar, Jawa Timur.
Stasiun Blitar termasuk ke dalam klasifikasi stasiun kereta api kelas besar, di bawah
Daerah Operasi VII Madiun. Setelah melalui berbagai renovasi, Stasiun Blitar kini
mengadopsi tema Soekarno, salah satu bapak bangsa Indonesia. Pengunjung yang
datang ke Stasiun Blitar akan disambut dengan dekorasi bernuansa Soekarno, harapan
pengelola pengunjung dapat mengambil keteladanan positif beliau. Stasiun ini
merupakan stasiun yang cukup sibuk, melayani berbagai jenis layanan kereta api, baik
rute perjalanan jarak jauh maupun komuter lokal. Untuk menunjang seluruh
aktivitasnya, stasiun ini dilengkapi dengan 8 jalur rel kereta api dan 3 peron stasiun.
Selain itu, terdapat fasilitas penunjang kereta api seperti dipo lokomotif dan
jembatan putar lokomotif.

Lokasi: Jalan Mastrip, Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur

Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Wlingi (WG) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas I yang berlokasi di Beru,
Wlingi, Blitar. Stasiun ini berada di ketinggian 274 meter di atas permukaan laut, dan stasiun ini
tergolong dalam Daerah Operasi VIII Surabaya lintas Bangil - Kertosono. Stasiun Wlingi adalah
stasiun terbesar yang ada di Kabupaten Blitar. Selain itu, Stasiun Wlingi juga merupakan satu-
satunya stasiun yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh kelas komersial di Blitar. Secara
keseluruhan, Stasiun Wlingi memiliki tiga peron dan empat jalur kereta api, dengan jalur 2
sebagai sepur lurus serta jalur 3 dan 4 sebagai jalur alternatif apabila intensitas kereta api lebih
padat dari biasanya. Pertama kali diresmikan pada tahun 1897, pembangunan stasiun ini
dikerjakan bersamaan dengan proyek jalur rel kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen-Malang
sepanjang 74 kilometer oleh Pemerintah Hindia Belanda. Beberapa layanan perjalanan kereta
api yang beroperasi di Stasiun Wlingi di antaranya adalah Gajayana, Malabar, Malioboro
Ekspres, Majapahit, Matarmaja, dan Penataran.

Lokasi: Jalan Stasiun Wlingi, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Provinsi
Jawa Timur.

Fasilitas: Sistem tiket online, ruang tunggu, toilet, mushola, lahan parkir

Selengkapnya

Stasiun Garum (GRM) merupakan stasiun yang terletak di daerah Tawangsari, Garum,
Blitar. Sebagai stasiun kereta api paling Barat di Kabupaten Blitar, stasiun Garum masih
termasuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun. Awalnya, stasiun ini bersama dengan
Stasiun Blitar dan Stasiun Talun masuk ke dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Koordinasi
kewilayahan yang dijalankan sejak 1 Agustus 2016 oleh PT. Kereta Api Indonesia, membuat
ketiga stasiun tersebut dipindahkan menjadi Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini berada
pada ketinggian kurang lebih +244 meter di atas permukaan laut, menjadikannya stasiun
tertinggi bersama dengan Stasiun Talun yang terletak di Daerah Operasi VII Madiun.
Stasiun Garum dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas III. Di bagian Barat stasiun
yang berada sebelum Stasiun Blitar, terdapat bangunan Halte Gebang yang masih utuh
walaupun sudah tidak aktif beroperasi. Untuk saat ini, stasiun Garum hanya melayani satu
kereta api penumpang saja, yaitu Kereta Api Penataran lokal ekonomi AC dengan tujuan
Blitar dan Surabaya melalui Malang. Secara keseluruhan, stasiun ini memiliki tiga jalur
dimana jalur 2 berfungsi sebagai sepur lurus, serta tiga peron yang terdiri dari satu peron
sisi rendah dan dua peron pulau yang lumayan tinggi.

Lokasi: Ngebra, Tawangsari, Garum, Blitar, Jawa Timur, 66182

Fasilitas: Ruang Tunggu, Toilet, Mushola, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Kesamben adalah stasiun kereta api kelas III yang berada di Kesamben, Kesamben,
Blitar, Jawa Timur. Bangunan Stasiun Kesamben ini merupakan bangunan peninggalan masa
Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api
Blitar-Wlingi-Kepanjen yang dimulai pada tahun 1896 dan selesai apda tahun 1897.Stasiun ini
termasuk dalam Daerah Operasi VII Surabaya. Stasiun Kesamben memiliki fasilitas infrastruktur
berupa dua jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Pada sebelah timur stasiun ini,
sebelum Stasiun Pohgajih, terdapat Stasiun Plampangan yang kini sudah tidak aktif karena
letaknya yang kurang strategis dan jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Kesamben.

Lokasi: Jalan Stasiun Kesamben, Kesamben, Kesamben, Blitar, Jawa Timur.

Fasilitas: Loket Tiket, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir.

Selengkapnya

Stasiun Talun adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di Talun, Talun, Blitar. Stasiun yang terletak pada ketinggian +244 meter ini merupakan stasiun yang letaknya paling tenggara di Daerah Operasi VII Madiun lintas Kertosono-Bangil. Dengan letak ketinggiannya tersebut, stasiun ini bersama dengan Stasiun Garum merupakan stasiun yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daop VII. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

 

Sejak 1 Agustus 2016, terkait adanya perubahan koordinasi kewilayahan stasiun-stasiun KA milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Blitar dan Stasiun Garum yang sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya kini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun.



Tarif Kereta Api Penumpang berangkat dari Stasiun Talun

1.Kereta Api Penataran  

  • Kepanjen: Rp. 4.000 ,-
  • Malang:    Rp. 4.000 ,-
  • Lawang:   Rp. 4.000 ,-
  • Bangil:      Rp. 5.500 ,-
  • Sidoarjo:   Rp. 5.500 ,-
  • Surabaya: Rp. 5.500 ,-

 

2.Kereta Api Dhoho

  • Blitar :              Rp. 4.000 ,-
  • Tulungagung :  Rp. 4.000 ,-
  • Kediri :              Rp. 4.000 ,-
  • Kertosono :       Rp. 5.500 ,-
  • Jombang :         Rp. 5.500 ,-
  • Mojokerto :        Rp. 5.500 ,-
  • Sepanjang :       Rp. 9.500 ,-
  • Wonokromo :     Rp. 9.500 ,-
  • Surabaya Kota : Rp. 9.500 ,-



Alamat Stasiun Talun

Stasiun Talun terletak di Jalan Stasiun RT.02 RW.01 Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Kantor Camat Talun, atau selatan lampu merah Talun

 

Jalur Stasiun Talun

Stasiun Talun memiliki 3 jalur. Jalur 2 digunakan untuk jalur sepur lurus yang menuju ke arah barat (Stasiun Garum) maupun ke arah timur (Stasiun Wlingi). Jalur 1 dan 3 digunakan untuk jalur langsiran kereta api di kala intensitas kereta api lumayan padat, atau pas ada simpangan kereta api di jalur tersebut. Dari tiga jalur tersebut, terdapat 2 peron. Satu peron sisi yang rendah dan 1 peron pulau yang rendah juga. Pada semua peron ini tidak dinaungi atap seng seperti kebanyakan pada stasiun yang berada di kecamatan.

Selengkapnya

Kuliner dan Hiburan di Blitar

20 Destinasi Wisata Blitar Hits dan Kekinian
7 Oleh-Oleh Khas Blitar Unik yang Pas untuk Buah Tangan