Tiket Kereta Api Garut - Nganjuk

Sekali Jalan
Pulang Pergi

Pilih Rute:

Gambir (GMR), Jakarta
Bandung (BD), Bandung
Tanggal Pergi
Minggu, 21 Apr
Tanggal Pulang
Selasa, 23 Apr
Dewasa
>= 3thn
-1+
Bayi
0 - 3 thn
-1+
Cari Tiket

Tiket Kereta Api Populer Garut ke Nganjuk

Garut - Nganjuk
St. Cibatu - St. Kertosono
Cari Tiket

Stasiun di Garut

Stasiun Cipeundeuy (CPD)Stasiun Cibatu (CB)Stasiun Leles (LL)Stasiun Warung Bandrek (WB)Stasiun Nagreg (NG)

Stasiun Cipeundeuy adalah stasiun kereta api kelas II yang berlokasi di Cikarag, Malangbong,
Garut. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Nama Stasiun Cipeundeuy berasal
dari nama kampung tempat stasiun ini berada. Meski tergolong stasiun kecil, semua kereta api kelas
eksekutif, bisnis, ekonomi maupun angkutan barang, diwajibkan berhenti di stasiun ini. Selain untuk
menurunkan penumpang, tujuan dari pemberhentian tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan
rem atau penambahan lokomotif karena jalur setelah stasiun ini merupakan petak yang cukup terjal.
Stasiun Cipeunduy memiliki tiga jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus.

Lokasi: Jalan Raya Bandung - Tasikmalaya, Cikarag, Malongbong, Garut, Jawa Barat.

Selengkapnya

Stasiun Cibatu adalah stasiun kereta api yang terletak di daerah Cibatu, Garut.
Terletak pada ketinggian +612 meter di atas permukaan laut, Stasiun ini
diklasifikasikan sebagai stasiun kereta api kelas II yang masih termasuk ke dalam
Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini juga merupakan salah satu stasiun kereta api
aktif terbesar yang mempunyai empat jalur aktif, di mana jalur 2 berfungsi sebagai
sepur lurus. Stasiun Cibatu berdiri setelah jalur kereta penghubung Stasiun Cicalengka
dan Cilacap diresmikan oleh maskapai kereta Api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen.
Tahun 1926 menjadi awal dibukanya jalur baru yang menghubungkan daerah Cibatu
dan Cikajang. Dalam perkembangannya, rute kereta api Cibatu-Cikajang pernah
tercatat sebagai relasi jalur tertinggi yang ada di Pulau Jawa (dengan angka mencapai
> 1.200 m dpl). Akan tetapi, terhitung sejak 1983, jalur tersebut tidak dioperasikan
lagi.
Stasiun Cibatu merupakan salah satu stasiun tertua yang sangat dikenal pada masa
kolonial Belanda. Didirikan pertama kali pada tahun 1889, stasiun ini sempat menjadi
pemberhentian turis-turis Eropa yang ingin melancong ke daerah Garut. Hal ini juga
dikarenakan kondisi alam daerah Garut pada saat itu yang memang sangat indah dan
membuatnya menjadi salah satu daerah favorit para wisatawan Eropa. Tidak heran,
banyak tokoh-tokoh terkenal yang pernah menjejakkan kakinya di stasiun ini.
Beberapa diantaranya seperti komedian legendaris Charlie Chaplin, Presiden
Soekarno, serta Penulis dan Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau.

Lokasi: Jl. Cibatu, Sindangsari, Jawa Barat 44116

Fasilitas: Loker Tiket Online, ATM, Ruang Tunggu, Toilet, Mushola, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Leles adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Kadungora, Kabupaten Garut.
Stasiun Leles dikelola oleh Daerah Operasi II Bandung PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Hal unik
dari stasiun ini adalah letaknya yang berada di area yang relatif belum terjamah, membuat
temperatur di stasiun ini sangat sejuk. Selain itu, letak stasiun ini yang dikelilingi pegunungan
Garut yang asri menawarkan panorama alam indah khas tanah Sunda - cocok dengan desain
arsitektur stasiun ini yang luas dan terbuka. Stasiun Garut oleh otoritas KAI diklasifikasikan
sebagai stasiun kereta api kelas 3. Stasiun Garut kini melayani berbagai jenis layanan kereta
api rute selatan Pulau Jawa dari berbagai kelas. Selain itu, di stasiun ini terdapat pula rute
komuter lokal, yakni tujuan Cibatu dan Purwakarta. Untuk menunjang aktivitasnya, stasiun ini
dilengkapi dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang cukup baik, yakni 2 jalur rel kereta api.

Fasilitas: Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Lokasi: Desa Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Selengkapnya

Stasiun Warung Bandrek adalah stasiun kereta api yang terletak di desa Sukalilah,
Kecamatan Cibatu, Garut. Stasiun ini berada di antara Stasiun Cibatu dan Stasiun
Bumiwaluya. Stasiun ini dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas III yang berukuran
kecil dan masih termasuk ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Asal-usul nama yang unik
dari stasiun Warung Bandrek adalah karena pada zaman dulu, cukup banyak warung
penjual bandrek (minuman jahe hangat Sunda) yang berdiri di sekitar stasiun ini. Oleh
karena itu, stasiun ini merupakan stasiun yang cukup ramai karena berada tepat di
pinggiran jalan raya. Terletak di ketinggian kurang lebih +612 meter di atas permukaan
laut, stasiun ini mempunyai dua jalur kereta api, dimana jalur 2 digunakan sebagai sepur
lurus. Untuk saat ini, stasiun Warung Bandrek hanya beroperasi untuk persilangan dan
persusulan kereta api saja. Pada Desember 2017 kemarin, sempat terjadi kecelakaan di
stasiun ini dimana rel yang berada di km 227 ¾ amblas. Hal ini menyebabkan
dinonaktifkannya stasiun untuk beberapa waktu. Setelah itu pun, stasiun ini membatasi
pelayanan kereta hanya sampai lima km untuk setiap jamnya.

Lokasi: Girimukti, Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44185

Selengkapnya

Stasiun Nagreg (NG) adalah stasiun kereta api yang terletak di Desa Nagreg,
Kabupaten Bandung. Stasiun ini berada di bawah otoritas operasional Daerah Operasi
II Bandung PT KAI, dengan klasifikasi stasiun kereta api kelas III/kecil. Stasiun yang
letaknya paling tinggi diantara stasiun kereta api lainnya ini berlokasi sangat dekat
dengan jalan raya Bandung-Tasikmalaya, sehingga memang stasiun ini menjadi salah
satu ikon terutama dalam perjalanan mudik. Nagreg sendiri memang selalu masuk
dalam pemberitaan besar setiap memasuki masa-masa mudik karena acapkali macet.
Beroperasi sejak 1890, hingga kini Stasiun Nagreg masih aktif melayani berbagai
aktivitas persilangan dan persusulan. Selain itu, di stasiun ini terdapat pula rute
komuter lokal menuju Padalarang dan Purwakarta. Untuk menunjang aktivitasnya,
stasiun ini dilengkapi 3 jalur rel kereta api. Tidak jauh dari stasiun ini terdapat Situs
Batu kendan yang dahulu merupakan pusat Kerajaan Kendan.

Lokasi: Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

Selengkapnya

Stasiun di Nganjuk

Stasiun Kertosono (KTS)Stasiun Nganjuk (NJ)Stasiun Baron (BRN)

Stasiun Kertosono adalah stasiun kereta api yang bertempat di Desa Banaran,
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api paling
timur di Kabupaten Nganjuk yang berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi VII
Madiun. Stasiun Kertosono dikategorikan sebagai stasiun kereta api kelas besar,
dengan kelengkapan infrastruktur berupa 7 jalur rel kereta api dan 5 peron stasiun.
Stasiun ini melayani berbagai kelas layanan rute perjalanan kereta api, mulai dari
ekonomi hingga eksekutif. Selain rute jarak jauh, di stasiun ini juga tersedia rute-rute
perjalanan kereta api komuter lokal, seperti rute yang menuju Blitar dan Surabaya.

Lokasi: Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur

Fasilitas: ATM, Loket Tiket Online, Ruang Tunggu, Toilet, Musala, Lahan Parkir

Selengkapnya

Stasiun Nganjuk adalah stasiun kereta api yang berada di Desa Mangundikaran,
Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Stasiun kereta api kelas I ini berada di
bawah naungan Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini melayani berbagai kelas
layanan kereta api, mulai dari ekonomi hingga eksekutif. Untuk menunjang
aktivitasnya, stasiun ini dilengkapi dengan 4 jalur rel kereta api dan 3 peron stasiun.
Bangunan Stasiun Nganjuk sudah mengalami berbagai perkembangan, namun masih
terlihat sisa-sisa peninggalan Belanda dari gaya arsitekturnya.

Lokasi: Jalan Raya Kota Nganjuk, Mangundikaran, Nganjuk, Jawa Timur

Selengkapnya

Stasiun Baron termasuk ke dalam jenis stasiun kereta api kecil yang terletak di daerah Baron,
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Stasiun yang termasuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun
ini terletak pada +46 mdpl. Untuk mendukung pengoperasian kereta api, Stasiun Baron memiliki
tiga jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Bangunan stasiun ini terlihat sudah cukup tua
karena merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda. Sejarah memperkirakan bahwa
stasiun ini dibangung berbarengan dengan pembangunan jalur kereta apinya. Jalur yang
melintasi stasiun ini adalah jalur kereta api yang menghubungkan daerah Kertosono - Nganjuk
yang dibangun oleh perusahaan kereta api pada zaman Hindia Belanda yang bernama
Staatsspoorwegen pada tahun 1881. PT Kereta Api Indonesia sejak tahun 2015 telah
menetapkan bahwa Stasiun Baron tidak digunakan sebagai tempat naik dan turun penumpang,
melainkan hanya sebagai stasiun tempat persilangan dan persusulan antarkereta api saja.
Kereta Api Dhoho yang dulunya berhenti di stasiun ini telah dialihkan kembali ke Stasiun
Kertosono. Meskipun begitu, KA Sancaka tujuan Yogyakarta masih singgah di Stasiun Baron
untuk bersilang dengan KA Argo Wilis tujuan Surabaya. Stasiun Baron terletak dekat dengan
beberapa tempat penting di Nganjuk seperti Pasar Baron dan Stadion Warujayeng Nganjuk.

Lokasi: Jl. Raya Baron, Pulorejo, Kedungrejo, Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
64482

Fasilitas: Lahan Parkir

Selengkapnya